Sunday, June 11, 2017

kind of confession

"if you clean it up, get analytical, all the subtle joy and emotion you felt in the first place goes flying out the window."

andrew wyeth


bismillah

(i)

lelaki selalu salah menduga. diamnya perempuan, tidak selalunya bermakna enggan. dia hanya sering menginginkan kejelasan. perempuan yang benar dalam bercinta, tidak akan mudah-mudah menjaja cintanya, bahkan kepada yang dicinta sekalipun.

andai dia sabar menunggu hingga sampai waktunya; tidak mudah memporak-perandakan gundah-gulana, resah-gelisah, mabuk-rindu jiwanya, demi menjaga yang halal daripada terturas ke jalan yang haram, itu bererti dia sedang mencintai Tuhannya, lebih daripada mencintaimu. dikhuatirkan apa, kalau cinta padamu tetap ada, tapi masih dalam jagaan Tuhannya, sepenuh-penuhnya? itu akhlak perempuan, dari rasa malu yang sesungguhnya.

engkau apa tahu?


(ii)

perempuan selalu salah menduga. tidak mengapa, untuk memulakan cinta. andai engkau benar dalam mencinta, 'ya' atau 'tidak' kedua-duanya hakikatnya menyatakan jawapan. pada hati, 'ya' akan membuka ruang dan harapan. 'tidak' pula akan segera memberi kejelasan. bahkan, ini adalah cara paling awal engkau mengenalinya. andai dia jejaka yang baik, baik 'ya' atau 'tidak', padanya kau akan masih menjadi perempuan yang selayaknya dihormat dan terhormat. kalau bukan, kenapa kecewa? bahkan syukur, kerana Allah sebaik-baik pelindung dan pemelihara; tertonjol sudah ketidakmatangan intelektualnya, malahan buruk hodoh peribadinya!

(iii)

kita selalu salah menduga, tidak selalu rasa itu harus diumbar-umbarkan. tidak selalu perhatian itu harus ditunjukkan. tidak harus selalu cinta dan rindu itu diungkapkan. biar ia menjadi gelora dalam hati; menggelembung, membengkak, membuncah, dan menggulung deras di dalam.

sampai masa, tahulah ia harus ke mana dianak pergi.


(iv)

kita selalu salah menduga; seringkali mengharapkan keberadaan dan kebersamaan orang-orang lain untuk menggantikan kedukaan kepada kebahagiaan. namun, bukankah nantinya kesedihan atau kegembiraan kita akan cuma terletak pada hanya keberadaan atau ketiadaan mereka? sedangkan, gembira dan sedih kita harusnya hanya bersebabkan Allah, dan teruntuk Allah! 

maka, ada atau tiadanya manusia, kita akan selalu saja merasa dicukupkan dengan bahagia. itu sudah lebih dari sempurna!

(v)

kita selalu salah menduga; seringkali menangisi perubahan kecil besar orang-orang di sekeliling. meratapi kecewa kerana mereka yang diharap-harapkan, tidak seperti yang kita mahukan. namun, bukankah itu bermakna kita sebenarnya tidak sedikitpun ikhlas mencintai mereka, bahkan hakikatnya kita hanya mencintai diri, keinginan dan harapan kita sahaja? mencintai mereka hanya kerana mereka menjadi figur, sesuai seperti yang kita mahukan?

sekian begitulah, tentang salah duga-salah duga kita.

1 comment:

  1. i like both parties yang menduga tu :)take care u both

    ReplyDelete